MAKALAH IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGI DALAM ORGANISASI/PERUSAHAAN

Featured
aprilia hatalemu

SWOT

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Manajemen strategi merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakanya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran didalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan. Sedangkan pengertian manajemen strategi menurut Hadar Nawawi (2005;148-149), adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil, agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operasional untuk menghasilkan barang dan / atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organisasi.

Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsur-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situasional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.

Analisis lingkungan adalah suatu proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan peluang (opportunities) dan tantangan (threads) yang mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya. Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat berreaksi secara cepat dan tepat untuk mensukseskan organisasi. Analisis lingkungan adalah suatu proses yang digunakan perencanan-perencanaan strategi untuk memantau lingkungan dalam menentukan peluang atau ancaman.

Alfred Chandler mengatakan bahwa strategi adalah suatu penentuan sasaran dan tujuan dasar jangka panjang dari suatu organisasi (perusahaan) serta pengadopsian seperangkat tindakan serta alokasi sumber-sumber yang perlu untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut. Dalam kajiannya tentang strategi, Henry Mintzberg mencatat bahwa setidaknya strategi tidak sekedar memiliki dua elemen definisi, yaitu sebagai perencanaan (plan) dan pola (pattern). Lebih dalam lagi, ia mengungkapkan bahwa definisi strategi telah berkembang dengan tiga ‘P’ baru, yaitu posisi (position), perspektif (perspective), dan penerapan (poly).

1.2. Perumusan Masalah

Dalam rangka untuk mempertajam telaah makalah ini, penyusun mengambil suatu permasalahan mendasar, yaitu : bagaimana manajemen strategi dapat diterapkan dan di implementasikan didalam suatu perusahaan atau organisasi sehingga keputusan manajerial dan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada penetapan kinerja jangka panjang organisasi atau perusahaan tersebut.

1.3. Tujuan Penulisan Makalah

Makalah ini bertujuan untuk memberikan gambaran singkat tentang proses perencanaan manajemen strategi dilingkungan organisasi dan perusahaan serta, memberikan gambaran dikalangan mahasiswa tentang Manajemen Strategi yang merupakan keputusan manajerial dan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada penetapan kinerja jangka panjang organisasi, yang meliputi analisa lingkungan internal dan eksternal, disertai perumusan visi dan misi serta tujuan organisasi guna menghadapi lingkungan tersebut.

II. PEMBAHASAN MAKALAH

Pengertian yang cukup luas manajemen strategi menunjukkan bahwa manajemen merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah Perencanaan Strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari Visi, Misi, Tujuan strategi organisasi. Sedang komponen kedua adalah Pelaksanaan Operasional dengan unsur-unsurnya adalah sasaran atau Tujuan Operasional, Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situasional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.

Model proses manajemen strategi meliputi tiga tahap :
1. Tahap formulasi strategi, yaitu pembuatan pernyataan visi, misi, dan tujuan,
2. Tahap implementasi strategi, yaitu proses penterjemahan strategi ke dalam tindakan-tindakan.
3. Tahap evaluasi strategi , yaitu proses evaluasi apakah implementasi strategi dapat mencapai tujuan.

II.1. Visi,Misi, dan Tujuan
Setiap organisasi mempunyai tujuan dan alasan yang unik untuk keberadaannya. Keunikan ini harus dicerminkan dalam visi dan misi. Pernyataan visi yang baik mengungkapkan pelanggan, produk atau jassa, teknologi, pasar, pemikiran untuk bertahan hidup (pertumbuhan dan keuntungan), pemikiran untuk karyawan,

pemikiran untuk citra publik/masyarakat, dan perusahaan. Terdapat delapan karakteristik dasar yang berfungsi sebagai kerangka kerja praktis untuk mengevaluasi dan menuliskan pernyataan misi.

Ada 4 Proses perumusan Visi yaitu :
1. Tentukan rentang waktu dan lingkup analisis secara tepat.
2. Identifikasi trend sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang akan mempengaruhi masa depan
3. Identifikasi kondisi persaingan
4. Evaluasi sumber daya dan kapabilitas internal.

Adapun MISI yang ingin dicapai oleh suatu Perusahaan / Organisasi yakni ;
1. Publik atau pengguna jasa yang hendak dilayani
2. Jasa utama yang ditawarkan
3. Wilayah geografis yang dilayani
4. Komitmen organisasi terhadap pilihan teknologi
5. Komitmen organisasi terhadap alternative tujuan
6. Elemen kunci dalam filosofi organisasi
7. Konsep kedirian dan citra organisasi

II.2. Analisis Lingkungan Makro

Analisis lingkungan eksternal merupakan aktivitas memonitor dan mengevaluasi lingkungan eksternal dan internal organisasi kepada orang-orang penting yang ada dalam perusahaan. Lingkungan eksternal dibedakan atas lingkungan makro dan lingkungan industri. Untuk lingkungan tersebut
menggunakan metode SWOT (Strength and weaknesses lingkungan internal, Opportunities and Threats untuk analisa lingkungan eksternal).
Lingkungan makro merupakan lingkungan yang secara tidak langsung mempengaruhi keputusan-keputusan strategi perusahaan dalam jangka panjang.
Secara umum lingkungan makro dikategorikan menjadi empat, yaitu :
1. Ekonomi
2. Teknologi
3. Politik dan budaya
4. Sosial budaya

II.3. Analisis Lingkungan Internal

Dalam proses perumusan strategi sebuah perusahaan perlu melakukan identifikasi dan evaluasi atas lingkungan bisnis perusahaan. Hasil dari identifikasi dan evaluasi tersebut diharapkan perusahaan dapat mengetahui profil keunggulan strategi perusahaan yang dimiliki. Sehingga dengan demikian perusahaan dapat mengantisipasi peluang bisnis dan menyikapi ancaman bisnis yang ada dengan cepat.

II.4. Analisis SWOT

Analisis SWOT merupakan alat yang membantu manajer menentukan dan mengembangkan strategi yang tepat dalam menghadapi persaingan. Namun yang perlu diperhatikan bahwa tujuan dalam menentukan strategi yang digunakan dari hasil SWOT adalah pada dasarnya menghasilkan strategi alternative yang layak, bukan untuk menetapkan strategi yang terbaik. Sehingga seorang manajer dapat menilai bahwa tidak semua strategi dalam SWOT dipilih untuk dikembangkan antara lain :
1. Strategi Integrasi Vertikal
Strategi integrasi vertical merupakan strategi yang menghendaki perusahaan melakukan penguasaan yang lebih atas distributor, pemasok dan atau para pesaing baik melalui merjer, aukuisisi, atau membuat perusahaan sendiri

Strategi intergrasi dibedakan menjadi tiga, yiatu :
1. Integrasi ke depan merupakan strategi untuk memperoleh kepemilikan atau meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer.
2. Integrasi kebelakang merupakan strategi untuk mencari kepemilikan atau meningkatkan kendali atas perusahaan pemasok
3. Integrasi horizontal merupakan strategi untuk mengendalikan para pesaing

Perusahaan tertarik melakukan integrasi vertical didasarkan atas alasan :
1). Dapat menciptakan kenyamanan bagi pendatang baru.
2). Memberikan fasilitas investasi
3). Menjaga kualitas produk
4). Memperbaiki penjadualan.

Meskipun mempunyai manfaat, strategi integrasi vertical juga memiliki kelemahan, yaitu ;
1. Kelemahan dalam hal biaya
2. Teknologi
3. Adanya permintaan berfuluktuasi

2. Strategi Diversifikasi
Strategi diversifikasi merupakan pendekatan utama strategi pada level koroporasi. T
ingkat (level) strategi diversifikasi dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu :
1. Tingkat diversifikasi rendah
2. Tingkat diversifikasi menengah
3. Tingkat diversifikasi tinggi.

Selain itu juga dikenal dengan istilah diversifikasi related (diversfikasi konsentris) dan diversifikasi unrelated (diversifikasi konglomerat dan diversifikasi horizontal). Perusahaan mengimplementasikan strategi diversifikasi, dilandasi alasan dan motif untuk mempertahankan keunggulan strategis, insentif dan sumber daya, serta motif manajerial. Disamping itu juga didorong oleh lingkungan internal (kinerja yang rendah, ketidakpastian aliran kas mendatang, dan semua pengurangan resiko) dan lingkungan eksternal (peraturan pemerintah, ketentuan pajak, atau aturan-aturan yang baru).

3. Strategi Level Bisnis
Untuk dapat mencapai keunggulan bersaing, perusahaan harus melakukan evaluasi lingkungan ekternal, guna mengidentifikasikan peluang, ancaman, dan kemampuan sumber daya internal untuk menentukan kompetensi inti dan strategi yang akan diimplementasikannya, yang disebut dengan strategi level bisnis. Tipe strategi pada level bisnis ini disebut dengan strategi generik, yang terdiri dari:

1. Cost Leadership (keunggulan biaya)
2. Differentiation (diferensiasi/perbedaan)
3. Focussed Low Cost (fokus pada biaya rendah)
4. Focused Differentiation (focus pada diferensiasi) strategi level fungsional.
Penjabaran strategi pada level fungsional memegang peranan yang sangat menentukan atas berhasil tidaknya sasaran strategi bisnis yang telah ditetapkan, oleh karenanya diperlukan suatu penjabaran aktivitas yang sedetail mungkin atas strategi bisnis yang telah dicanangkan. Penjabaran tersebut selaian memudahkan kontrol dari manajer juga memudahkan bagian pelaksana untuk mengimplementasikan. Pada tingkat strategi fungsional yang cukup strategis adalah
Fungsi produksi dan operasi yang meliputi :
i. Fasiltas dan peralatan
ii. Sumber bahan baku
iii. Perencanaan dan pengendalian produksi

Fungsi pemasaran yang meliputi
i. produk
ii. harga
iii. distribusi
iv. promosi

fungsi keuangan yang meliputi
i. Kebutuhan modal
ii. Alokasi modal
iii. Manajemen dividen dan modal

Fungsi sumber daya manusia yang meliputi
i. Proses rekrutrmen dan orientasi
ii. Pengembangan karir dan pelatihan
iii. Kompensasi evaluasi, disiplin dan pengendalian

Manajemen strategi mempunyai beberapa dimensi atau bersifat multidimensional. Dimensi dimaksud adalah :
1. Dimensi waktu dan orientasi masa depan
Manajemen strategi dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensi suatu organisasi berpandangan jauh ke masa depan, dan berperilaku proaktif dan antisipatif terhadap kondisi masa depan yang diprediksi akan dihadapi. Antisipasi masa depan tersebut dirumuskan dan ditetapkan sebagai visi organisasi yang akan diwujudkan 10 tahun atau lebih massa depan.
Visi dapat diartikan sebagai ‘kondisi ideal yang ingin dicapai dalam eksistensi organisasi dimasa depan”. Sehubungan dengan hal diatas Lonnie Helgerson yang dikutip Salusu menyatakan bahwa “ Visi adalah gambaran kondisi masa depan dari suatu organisasi yang belum tampak sekarang tetapi merupakan konsepsi yang dibuat dibaca oleh setiap orang (anggota organisasi). Visi memiliki kekuatan yang mampu mengundang, memanggil, dan menyerukan pada setiap orang.
untuk memasuki masa depan. Visi organisasi harus dirumuskan oleh manajemen puncak (pucuk pimpinan) organisasi”.

2. Dimensi Internal dan Eksternal
Dimensi internal adalah kondisi organisasi non profit pada saat sekarang, berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang harus diketahui secara tepat untuk merumuskan renstra yang berjangka panjang. Analisis terhadap lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan operasional, lingkungan nasional dan lingkungan global (internal), yang mencakup berbagai aspek atau kondisi, seperti kondisi sosial politik,sosial ekonomi, sosial budaya, kependudukan, kemajuan dan perkembangan ilmu dan teknologi, adat istiadat, agama dan lain-lain.

3. Dimensi Pendayagunaan Sumber-Sumber
Sumber daya terdiri dari sumber daya material khususnya berupa sarana dan prasarana, sumber daya finansial dalam bentuk alokasi dana untuk setiap program dan proyek, sumber daya manusia, sumber daya teknologi dan sumber daya informasi.

4. Dimensi Keikutsertaan Manajemen Puncak
Manajemen strategi yang dimulai dengan menyusun rencana strategi merupakan pengendalian masa depan organisasi, agar eksistensi sesuai dengan visinya dapat diwujudkan, baik pada organisasi yang bersifat privat maupun publik. Rencana strategi harus mampu mengakomodasi seluruh aspek kehidupan organisasi yang berpengaruh pada eksistensinya dimasa depan merupakan wewenang dan tanggungjawab manajemen puncak, karena seluruh kegiatan merealisasikannya merupakan tanggungjawabnya sebagai pimpinan tertinggi, meskipun kegiatannya dilimpahkan pada organisasi atau satuan unit kerja yang relevan.

5. Dimensi Multi Bidang
Setiap organisasi / perusahaan untuk mengeksploitasi peluang bisnis yang muncul guna mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah ditentukan. Ini berarti organisasi (bisnis maupun publik) berusaha untuk mengurangi kelemahannya, dan berusaha melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Kemudian pengertian ini menunjuk pula untuk mengurangi efek negative yang ditimbulkan oleh ancaman-ancaman.
Kemudian komponen pokok manajemen strategi adalah :
a. Analisis lingkungan
b. Analisis profil
c. Strategi untuk mencapai tujuan organisasi (bisnis maupun publik) dengan memperhatikan
d. Misi
Dengan demikian analisis lingkungan sangat penting dalam proses manajemen strategi, karena manajemen startegi bukan untuk melihat peluang-peluang (reaktif terhadap perubahan) tetapi penyusun manajemen strategi haruslah dilihat sebagai usaha untuk mengetahui sedini mungkin kekuatan dan kelemahan organisasi (bisnis/publik) agar organisasi mampu bertahan (survive) menghadapi perubahan lingkungan secara terus menerus.

Dengan demikian, analisis lingkungan bisnis hanya berusaha mengumpulkan dan menganalisis sejumlah variabel secara terbata (finite). Analisis lingkungan bisnis hendaknya tidak sampai terjerumus untuk berusaha menganalisis sebanyak mungkin variabel (infinite) lingkungan perlu dianalisis karena:
1). Agar pembuat strategi dapat mengantisipasi setiap kesempatan dan membantu mengembangkan sistem pemecahan tujuan perusahaan/organisasi.
2). Untuk dapat mengefektifkan proses manajemen strategi, karena dengan melakukan analisis lingkungan hasil yang akan diperoleh lebih efektif.
3). Untuk membantu manajer dalam meramalkan dampak lingkungan terhadap perkembangan perusahaan. Terkumpulnya berbagai organisasi dari lingkungan, memudahkan untuk membuat perencanaan jangka panjang.

Analisis lingkungan dilakukan dengan 3 (tiga) cara, yaitu :
1). Menganalis hubungan antara strategi perusahaan dan tanggapan terhadap lingkungan, yang dipakai sebagai landasan untuk membandingkan strategi yang sedang berjalan dengan strategi yang potensial yang akan datang.
2). Menganalisis kecenderungan faktor dan masalah utama yang potensial yang akan datang.
3). Mencoba meramalkan kemungkinan yang akan terjadi pada masa akan datang terhadap lingkungan.

Pada dasarnya struktur lingkungan dapat dibagi atau dibedakan menjadi dua elemen utama, yaitu :
1. Lingkungan eksternal (Makro)
2. Lingkungan internal (Mikro)

II.5. PERENCANAAN STRATEGIS

Kegiatan pokok perencanaan strategis terdiri dari 4 (empat) elemen pokok:
1. Environmental scanning (Adaptasi terhadap lingkungan )
2. Strategi formulation (Formulasi Strategi)
3. Strategi implementation (pelaksanaan Strategi)
4. Evaluation dan control (Telaah dan Pengawasan)
Pilar strategi dalam organisasi Pemda (Moore, 1995:71)
1. Secara mendasar bernilai (substantively valuable); Pemda harus menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi lembaga pengawas, pengguna jasa (klien), dan masyarakat dengan biaya murah.
2. Absah dan secara politis dapat diterima (legitimate and politically sustainable); Pemda harus bisa mendapatkan mandat maupun dana serta bertanggungjawab terhadap institusi politik yang ada.
3. Secara operasional dan administrative dapat dilaksanakan (operationally and administratively feasibel); kewenangan dan kegiatan yang direncanakan dapat dilaksanakan dalam organisasi yang ada atau dengan bantuan pihak-pihak lain yang membantu organisasi Pemda.

II.6.IMPLEMENTASI STRATEGI

Program; aktivitas atau langkah-langkah yang disusun secara sistematis sebagai penjabaran dari strategi. Anggaran; gambaran rinci tentang sumber dana yang dibutuhkan dan bagaimana penggunaannya.
Prosedur; sering disebut SOP, sistem dari langkah atau teknik yang berurutan tentang bagaimana suatu pekerjaan atau tugas dikerjakan
Standar Kinerja; ukuran target bersifat kuantitatif maupun kualitatif dari program yang dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan atau pencapaiannya.
Hubungan antar tingkat akhir (tujuan & sasaran) dengan alat pencapaiannya (strategi dan taktik) tidaklah mudah. Keberadaan manajemen strategi tidak untuk mendikte tujuan, sebaliknya tujuan dan sasaran harus dipengaruhi oleh peluang yang tersedia, ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam usaha pencapaian tujuan dalam perencanaan manajemen strategi antara lain :

1. Efektif dan efesiensi
Manajemen strategi disebut efektif jika hasil yang dicapai seperti yang di inginkan. Karena kebanyakan situasi yang memerlukan analisa strategi tidak statis melainkan interaktif dan dinamis, maka hubungan antara penyebab dan hasilnya tidak tetap atau pasti. Sebaliknya taktik adalah tindakan nyata yang diambil oleh pelaku dan sepenuhnya berada dibawah pengawasan pelaku. Kebalikan dari strategi, taktik adalah internal dan kriteria yang digunakan bukanlah keefektifan melainkan efesiensi

2. Keputusan dan Emplementasi
Keputusan manajemen strategi tidak berarti apa-apa tanpa implementasi. Strategi tergantung pada kemungkinan dan taktik yang potensial. Keputusan strategi harus dapat mencapai tujuannya. Aturan dalam manajemen strategi persaingan :
o Proses berfikir yang mendahului tindakan
o Pengetahuan mengenai jumlah merupkan kunci penting.
o Menejemen strategi tindakan yang dilakukan dengan cepat akan mendominasi yang lambat.
o Kemenangan harus menunjukkan nilai dari tujuan
o Menyerang hanya terhadap yang dapat diserang.
o Bertahan adalah bentuk terkuat dari persaingan
o Superioritas dalam faktor persaingan yang mendasar adalah segalanya.
o Tidak terkalahkan adalah merupakan pertahanan yang sebenarnya.
o Menajemen strategi membutuhkan pengembangan kekuatan yang unik.

3. Pertumbuhan dan Struktur Organisasi
Tahap implementasi strategi memerlukan pertimbangan dalam penyusunan struktur organisasi, karena keselarasan struktur dengan strategi merupakan satu hal yang penting untuk tercapainya implementasi strategi. Pertumbuhan organisasi terjadi kala skala organisasi berkembang. Pertumbuhan yang terjadi bisa vertical dan bisa juga horizontal. Pertumbuhan organisasi menghasilkan berbagai bentuk struktur organisasi seperti stuktur fungsional, divisional geografis, organisasi unit bisnis, organisasi matrik dan struktur organisasi horizontal. Masing-masing struktur tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing.

4. Kepemimpinan dan Budaya Organisasi
Budaya organisasi sesungguhnya tumbuh karena diciptakan dan dikembangkan oleh individu-individu yang bekerja dalam suatu organisasi, yang diterima sebagai nilai-nilai yang harus dipertahankan dan diturunkan kepada setiap anggota baru. Nilai-nilai tersebut digunakan sebagai pedoman bagi setiap anggota selama mereka berada dalam lingkungan organisasi tersebut, dan dapat dianggap sebagai ciri khas yang membedakan sebuah organisasi lainnya.

III. KESIMPULAN
Manajemen strategi adalah cara terbaik untuk mencapai beberapa sasaran. Untuk menentukan mana yang terbaik tersebut akan tergantung dari kriteria yang digunakan. Sedangkan taktik adalah pilihan-pilihan yang dimiliki dalam mengimplementasikan sebuah strategi. Pilihan-pilihan manajemen strategi ini akan bekerja atau tidak bekerja tergantung dari kriteria yang digunakan dan pilihan-pilihan tersebut adalah yang berlangsung lama, tidak mudah diubah dan mencakup situasi yang sangat terstruktur.
Tujuan manajemen strategi pada umumnya didefinisikan sebagai sesuatu yang ingin dicapai dalam jangka panjang; seperti bertahan hidup, keamanan dan memaksimalkan profit. Sasaran lebih nyata yaitu pencapaian hal-hal yang penting untuk mencapai tujuan. Mencapai sasaran akan lebih mendekatkan pada tujuan. Sasaran pada umumnya lebih spesifik dan harus dapat diukur dan biasanya mencakup kerangka target dan waktu.
Manajemen strategi juga merupakan himpunan keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan manajerial yang menentukan kinerja jangka panjang sesuatu organisasi. Manajemen strategi sebagai bidang studi mencakup perhatian yang intergratif mengenai kebijakan organisasi publik dengan penekanan yang lebih berat kepada lingkungan dan strategi.
Disamping itu pengertian manajemen strategi yang telah disebutkan terakhir dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu ;
1. Manajemen strategi diwujdukan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti mencakup seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis (Renstra) yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.
2. Renstra berorientasi pada jangkauan masa depan.
3. Visi, misi, pemilihan strategi yang menghasilkan strategi induk, dan tujuan strategi organisasi untuk jangka panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana strategi, namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan manajeman puncak secara tertulis semua acuan terdapat didalamnya.
4. Renstra dijabarkan menjadi rencana operasional yang antara lain berisi program-program operasional termasuk proyek-proyek, dengan sasaran jangka sedang masing-masing juga sebagai keputusan manajemen puncak.
5. Penetapan Renstra dan rencana operasi harus melibatkan manajemen puncak karena sifatnya sangat mendasar/prinsipil dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi, untuk mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi jangka sedang termasuk panjangnya.
6. Pengimplementasian strategi dalam program-program termasuk proyek-proyek untuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalaui fungsi-fungsi manajeman lainnya yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.

IV. DAFTAR PUSTAKA

Hadari Nawawi (2005); Manjemen Strategi, Gadjah Mada Pers : Yogyakarta
Certo, Samuel C. & J. Paul Peter. STRATEGIC MANAJEMEN : Focus on Procces. New York, McGrow-Hill, Inc. 1990.
Hunger, J. David & Thomas L. Wheelen. Strategic Manajemen : Bisnis Policy, Entering 21’st Century Global Society. USA. Adison Wesley-Longman,Inc. 1998.
Muhammad, Suwarsono. Manajemen Strategik : Konsep dan Kasus. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. 2000.
Rachbini, Didik J. Pembangunan Ekonomi & Sumber Daya Manusia. Jakarta. Grasindo.2001.
Winardi. Pemikiran Sistemik Dalam BIdang Organisasi dan Manajemen. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2005.
Porter, M.E. (1991) Startegi Bersaing ; Teknik menganalisis Industri dan pesaing, Cetakan Keempat, Terjemahan, Penerbit Erlangga, Jakarta Statistik Indonesia, 1999 Pengelementasian Manajemen Startegi, http://www.google.co.id

TIME MANAGEMENT


Apa yang Anda capai selama periode 24-jam tergantung pada motivasi Anda, energi Anda, keterampilan dan kemampuan, dan sumber daya lainnya.
Karena selalu ada tuntutan pada waktu Anda, mungkin membantu untuk berpikir tentang apa yang akan Anda lakukan dengan waktu Anda dan mempertimbangkan beberapa strategi untuk manajemen waktu yang lebih efektif.

Manajemen waktu bukanlah cara untuk membuat Anda bekerja lebih keras dan lebih lama, melainkan alat untuk membantu Anda bekerja lebih cerdas untuk menyelesaikan pekerjaan Anda lebih mudah dan cepat.
Bisnis eksekutif, manajer, mahasiswa, dan perawat tahu bahwa waktu adalah resource. Time yang berharga tidak dapat disimpan dan digunakan kemudian, sehingga harus digunakan sekarang dan bijaksana.

Sebagai seorang perawat yang baru, Anda kadang-kadang menemukan diri Anda tenggelam dalam “pasir hisap” dari perangkap waktu, mengetahui apa yang perlu dilakukan tetapi hanya tidak memiliki waktu yang diperlukan untuk melakukannya (Ferrett, 1996).
Dalam lingkungan yang serba cepat saat ini kesehatan, keterampilan manajemen waktu sangat penting untuk kesuksesan perawat. Belajar untuk memimpin dari waktu Anda dan menggunakannya secara efektif dan efisien adalah kunci untuk manajemen waktu (Gonzalez, 1996).

Manajemen waktu, sederhana, yang mengatur dan memonitor waktu sehingga tugas-tugas perawatan pasien dapat dijadwalkan dan dilaksanakan secara tepat waktu dan teratur (Bos & Vaughn, 1998).
Newton menyatakan waktu itu adalah mutlak dan bahwa hal itu terjadi apakah alam semesta ada di sana atau tidak. Einstein berteori waktu itu tidak memiliki keberadaan yang terpisah dari urutan peristiwa dengan mana orang mengukurnya (Smith, 1994). Ini benar-benar tidak masalah yang teori adalah benar karena, untuk perawat, kehidupan profesional dan pribadi mereka dipandu oleh waktu.

Manfaat manajemen waktu
•Efficient
•Successful
•Healthy

Hambatan untuk manajemen waktu yang efektif
Ada banyak hal yang membuat sulit bagi kita untuk mengatur waktu kita secara efektif. Mari kita mempertimbangkan beberapa yang paling umum, dan melihat apakah mereka berlaku untuk kita:

•Tujuan yang tidak jelas – Sulit untuk mencapai target dengan mata tertutup, dan itu hanya sebagai sulit untuk mencapai sesuatu ketika Anda tidak benar-benar jelas tentang apa yang ingin Anda capai

•Disorganisasi – Sangat mudah untuk melihat ketika meja Anda terlalu berantakan, tapi kadang-kadang Anda harus melangkah mundur dan bertanya pada diri sendiri jika Anda mengambil pendekatan yang terorganisasi dalam menyelesaikan semua tugas Anda

•Ketidakmampuan untuk mengatakan “tidak” – Kita semua ingin menjadi sebagai membantu seperti yang kita dapat ketika orang lain membutuhkan kita, tetapi hal ini dapat berarti mengambil waktu jauh dari prioritas lain untuk melakukan sesuatu yang kita tidak mungkin direncanakan

•Interupsi – Banyak kali kita berada di tengah-tengah menyelesaikan sesuatu yang sangat penting dan telepon berdering. Panggilan ini tidak hanya dapat membawa Anda jauh dari tugas Anda, tapi kadang-kadang mereka mengganggu kereta Anda berpikir dan Anda tidak dapat kembali ke tempat Anda tanpa menapak langkah Anda
Lebih interupsi – Kita semua ingin mengunjungi dengan orang lain, tapi percakapan pada waktu yang tidak dapat kami biaya waktu ketika kita harus berhenti apa yang kita lakukan dan mengarahkan diri kita dari rencana kami

•Periode tidak aktif – banyak dari kita selalu berpikir kita sibuk, ada saat-saat di zaman kita ketika kita tidak benar-benar melakukan apa-apa. Mengenali dan memanfaatkan waktu ini dapat memiliki efek positif pada upaya kami

•Terlalu banyak hal sekaligus – Banyak tugas bukan rutinitas. Mereka membutuhkan konsentrasi terhadap detail. Ketika kita mencoba untuk melakukan hal yang berbeda terlalu banyak pada satu waktu, masing-masing tugas individu menderita sebagai akibatnya
Stres dan kelelahan pengalaman orang stres dari waktu ke waktu, dan kadang-kadang kita benar-benar mengoperasikan sedikit lebih baik ketika ada beberapa tingkat stres. Terlalu banyak stres, di sisi lain, menyebabkan pekerjaan kita menderita dan memakai kita ke fisik dan mental. Berurusan dengan stres adalah bagian penting dari manajemen waktu
Semua pekerjaan dan tidak bermain – Kebanyakan orang sukses tahu bagaimana untuk menyeimbangkan pekerjaan dan bermain. Ketika pekerjaan mengambil alih hidup Anda, Anda tidak hanya memberikan tubuh Anda sedikit waktu untuk kembali energi, tetapi Anda mungkin berakhir dengan mengorbankan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup seperti keluarga dan teman-teman


Leadership Roles and Management Functions in Time Management

1.Apakah kita sadar tentang blok pribadi dan hambatan untuk manajemen waktu yang efisien serta bagaimana sistem nilai sendiri mempengaruhi penggunaan sendiri waktu dan harapan pengikut.

2.Berfungsi sebagai panutun, pendukung, dan nara sumber kepada bawahan dalam menetapkan prioritas.

3.Membantu pengikut dalam bekerja sama untuk memaksimalkan penggunaan waktu.

4.Mencegah dan / atau gangguan filter yang mencegah manajemen waktu yang efektif.

5.Model peran fleksibilitas dalam bekerja sama dengan orang lain yang utama waktu gaya manajemen yang berbeda.

6.Menyajikan sikap tenang dan meyakinkan selama periode aktivitas unit yang tinggi.


Management Functions

1.Tepat memprioritaskan sehari-hari untuk memenuhi perencanaan jangka pendek dan tujuan jangka panjang unit.
2.Membangun waktu untuk perencanaan ke dalam jadwal kerja.
3.Menganalisa bagaimana waktu dikelola pada tingkat unit menggunakan analisis pekerjaan dan waktu-dan-gerak studi.
4.Menghilangkan hambatan lingkungan untuk manajemen waktu yang efektif untuk staf unit.
5 Menangani dokumen segera dan efisien dan memelihara area kerja yang rapi.
6.Memecah tugas besar menjadi yang lebih kecil yang dapat lebih mudah dicapai oleh anggota unit.
7.Memanfaatkan teknologi yang tepat untuk memfasilitasi komunikasi yang tepat waktu dan dokumentasi.
8.Membedakan antara staf yang tidak memadai dan inefisiensi penggunaan sumber daya saat waktu yang memadai untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Tiga langkah dasar dalam manajemen waktu
I.Luangkan waktu untuk perencanaan, dan menetapkan prioritas
II.Menyelesaikan tugas prioritas tertinggi bila memungkinkan, dan menyelesaikan satu tugas sebelum memulai yang lain
III.Prioritas ulang didasarkan pada tugas-tugas yang tersisa dan informasi baru yang mungkin telah diterima

Organizing Your Work
•Menetapkan Tujuan Pernah
•Daftar
•Jangka Panjang Perencanaan Sistem
•Jadwal dan Blok Waktu
•pengajuan Sistem

Sulit untuk memutuskan bagaimana untuk menghabiskan waktu Anda karena ada begitu banyak tugas yang membutuhkan waktu. Langkah awal yang baik adalah untuk melihat situasi, dan mendapatkan gambaran umum. Kemudian bertanya pada diri sendiri, “Apa tujuan saya?” Tujuan membantu memperjelas apa yang Anda inginkan dan memberi Anda energi, arah, dan fokus.
Setelah Anda tahu di mana Anda ingin pergi, menetapkan prioritas. Ini bukan tugas yang mudah. Untuk membantu mengatur waktu Anda, menetapkan kedua tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu penyelenggara paling berguna adalah “untuk melakukan” daftar. Anda dapat membuat daftar ini baik di akhir setiap hari atau pada awal setiap hari sebelum Anda melakukan hal lain. Beberapa orang mengatakan mereka melakukannya di akhir hari karena sesuatu selalu mengganggu pada awal hari berikutnya. Jangan termasuk tugas-tugas rutin karena mereka akan membuat daftar terlalu panjang dan Anda akan melakukannya tanpa pengingat ekstra.
Sistem pengarsipan sangat membantu untuk melacak surat-surat penting. Semua profesional perlu untuk menjaga salinan dari lisensi, sertifikasi, kredit pendidikan berkelanjutan, dan informasi terkini tentang daerah khusus mereka. Menjaga terorganisir tersebut dalam suatu sistem mudah dpt menghemat waktu dan energi ketika Anda perlu merujuk kepada mereka.

Setting Limits
1.Mengatur Batas
Untuk mengatur batas, maka perlu untuk mengidentifikasi tujuan Anda dan kemudian mengatur tindakan yang diperlukan untuk bertemu dengan mereka dalam urutan prioritas mereka (Haynes, 1991, Navuluri, 2001). Fokus dari manajemen waktu ada pada dua tingkatan: temporal dan spasial. Perawat perlu fokus pada kebutuhan perawatan pasien selama shift (temporal) atau dalam batas-batas lingkungan kerja (spasial).

2.mengatakan Tidak
Mengatakan tidak untuk prioritas rendah tuntutan pada waktu Anda adalah bagian penting namun sulit menetapkan batas. Ketegasan dan tekad yang diperlukan untuk manajemen waktu yang efektif. Belajarlah untuk mengatakan tidak bijaksana setidaknya sekali sehari (Hammerschmidt & Meador, 1993).
Perawatan pasien merupakan upaya tim. Manajemen waktu yang efektif mengharuskan Anda untuk melihat anggota lain dari tim yang mungkin dapat melakukan tugas tersebut.

3.Beberapa pekerjaan telah menjadi begitu tertanam dalam rutinitas seseorang yang tampaknya penting, meskipun itu benar-benar tidak perlu. Beberapa rutinitas keperawatan termasuk dalam kategori ini. Mengambil tanda-tanda vital, memandikan, mengganti seprai, mengubah dressing, melakukan irigasi, dan melakukan tugas-tugas dasar serupa lebih sering dilakukan sesuai jadwal dan bukan sesuai dengan kebutuhan pasien, yang mungkin jauh lebih atau jauh lebih sering daripada rutinitas yang sudah ditentukan.

4.Menghilangkan Kerja yang tidak perlu

Streamlining Your Work
1.Menghindari Manajemen Krisis
2.Menjaga Login Waktu
3.Mengurangi Interupsi
4.Pengkategorian Kegiatan
5.Menemukan Jalan Tercepat
6.Mengotomatiskan Tugas berulang
7.Model Rhythm untuk Manajemen Waktu
Model Rhythm untuk Manajemen Waktu Navuluri (2001) memandang manajemen waktu dalam hal Rhythm Model-pola PQRST: Prioritaskan, Pertanyaan, Periksa kembali, Kemandirian, Treat. Dengan memprioritaskan, Anda dapat menyelesaikan tugas-tugas yang paling penting pertama. Mempertanyakan memungkinkan Anda untuk melihat peristiwa dan tugas dalam hal efektivitas, efisiensi efektivitas, dan. Mengecek kembali tugas yang belum selesai dengan cepat membantu Anda untuk mengatur waktu Anda secara efisien. Kemandirian memungkinkan Anda untuk mengetahui perbedaan antara peristiwa yang berada di dalam yourcontrol dan mereka yang tidak, serta mewujudkan keterbatasan Anda. Tidak ada yang tahu lebih baik apa yang Anda mampu lakukan daripada Anda. Memperlakukan adalah bagian dari kehidupan. Tidak apa-apa untuk mengambil istirahat atau waktu keluar. Hal ini penting karena melakukannya memungkinkan Anda untuk me-refresh.

Conclusion

Waktu dapat menjadi teman terbaik Anda atau musuh terburuk, tergantung pada perspektif Anda dan bagaimana Anda mengelolanya. Adalah penting untuk mengidentifikasi bagaimana perasaan Anda tentang waktu dan untuk menilai keterampilan manajemen waktu Anda sendiri.
Keperawatan mensyaratkan bahwa berbagai kegiatan harus dilakukan dalam apa yang sering tampaknya menjadi periode yang sangat singkat. Ingat bahwa ada begitu banyak jam hanya pada hari. Mengetahui hal ini dapat membuat stres. Tidak ada yang bekerja dengan baik “di bawah tekanan.” Belajarlah untuk mendelegasikan. Belajarlah untuk mengatakan, “Saya benar-benar ingin membantu Anda, bisa menunggu sampai aku menyelesaikan ini?” Belajarlah untuk mengatakan tidak. Kebanyakan dari semua, belajar bagaimana untuk membuat sebagian besar dari hari Anda dengan bekerja secara efektif dan efisien. Akhirnya, ingat bahwa 8 jam harus ditetapkan sebagai waktu tidur dan beberapa lagi sebagai pribadi atau rekreasi (“off time”) waktu.

“ Because time is a finite and valuable resource, learning to use it wisely is essential for effective management.”


Referensi

•Greenwood, E. (1957). Attributes of a profession. Social Work, 2(3),45–55.
•Mancino., D. (2001). Professional associations. In Chitty, K. Professional nursing: Concepts and challenges (3rd ed.). Philadelphia: W.B. Saunders.
•Boyer, E.L. (1990). Scholarship reconsidered: Priorities of the professorate. Princeton, NJ: Carnegie Endowment for the Advancement of Teaching.
•American Association of Colleges of Nursing. (1999). Position statement: Defining scholarship for the discipline of nursing.
•Journal of Professional Nursing, 15(6), 372–376.
•Meleis, A.I. (2001). Scholarship and the RO1. Journal of Nursing Scholarship, 104–105.
•Ryan, N.M. (1989). Developing and presenting a research poster. Applied Nursing Research, 2(1), 52–55.
•Lee, W.K.M. (2003). Women and retirement planning: Towards the “feminization of poverty” in an aging Hong Kong. Journal of Women & Aging, 15(1), 31–53.
•MacEwen, K.E., et al. (1995). Predicting retirement anxiety: The role of parental socialization and personal planning. Journal of Social Psychology, 135, 203–213.

PERKARA yang SUNGGUH BERNILAI / BERARTI

Allah takkan menanyakan mobil apa yang anda kendarai…

aprilia hatalemu
tapi berapa banyak orang yang tak berkendaraan pernah kau tolong

Allah takkan menanyakan berapa luas rumah kediaman anda …

tapi berapa banyak orang disambut kedatangannya di rumahmu

Allah takkan menanyakan berapa banyak baju tergantung di lemari baju anda…

tapi berapa banyak orang tak berbaju pernah kau tolong

Allah takkan menanyakan status sosial anda

Melainkan kelas sosial mana yang anda perankan.

Allah takkan menanyakan berapa kerja lembur pernah kau tempuh, tapi apakah kerja lembur itu untuk kepentingan pribadi atau keluarga anda.

Allah takkan menanyakan berapa banyak promosi pernah anda terima, tapi berapa banyak anda sudah mempromosikan orang lain.

Allah takkan bertanya berapa banyak teman yang anda kenal, tapi sudah menjadi teman bagi berapa banyak orangkah anda selama ini.


Allah takkan menanyakan apakah jabatan anda, tapi apakah anda sudah melakukan yang terbaik ketika melakukan pekerjaan anda.

Allah takkan bertanya apa yang anda lakukan untuk menolong diri sendiri, melainkan apa yang anda sudah lakukan untuk menolong sesama.

Allah takkan menanyakan dimana anda tinggal, tapi bagaimana anda memperlakukan tetangga anda.

Allah takkan menanyakan warna kulit anda, tapi karakter anda.

Allah takkan menanyakan gereja mana yang kau kunjungi, atau apakah kau ke gereja atau tidak…


Tapi apakah anda mengasihi sesamamu dan apakah anda memperlakukan mereka dengan baik.

“Di akhir hidup kita, kita takkan diadili berdasarkan berapa banyak diploma yang telah diperoleh, berapa banyak uang yang sudah didapat, atau berapa banyak hal hebat yang pernah dilakukan.

Kita akan diadili berdasarkan “Ketika Aku lapar kau memberiku makan. Ketika Aku telanjang kau memberiku pakaian. Ketika Aku tunawisma kau menyambutku di rumahmu.’”

“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. MATIUS 25:40

Informasi Terbaru Tentang Manfaat ASI

Aprilia hatalemu

ASi

Pemberian ASI secara eksklusif selalu dikampanyekan oleh pemerintah, karena akhir-akhir ada tren penurunan pemberian ASI pada bayi. kampanye pemerintah untuk ASI eksklusif tentunya didasari oleh bukti-bukti penelitian yang menunjukan keunggulan ASI dibandingkan dengan susu formula. Beberapa hasil penelitian terbaru kembali menemukan manfaat baik ASI bagi bayi yaitu : ASI mampu mencegah gumoh, meningkatkan kesehatan usus bayi dan penemuan terakhir mendapatkan bahwa ASI mampu mencegah penularan HIV pada bayi

ASI MENCEGAH GUMOH/REGURGITASI

Gumoh atau regusgitasi adalah peristiwa saat susu yang sudah masuk lambung bayi dimuntahkan kembali, karena belum bekerjanya otot di ujung kerongkongan untuk menutup jalan masuk makanan ke lambung.

Berbagai hasil penelitian di dunia mendapatkan bahwa bayi yang di beri (ASI) air susu ibu secara eksklusif mengalami gumoh (regurgitasi) lebih sedikit dibandingkan dengan bayi yang minum susu formula.

Penelitian di Indonesia juga mendapatkan hasil yang sama. Dalam riset yang dilakukan tahun 2004 di RSCM Jakarta atas 138 bayi yang baru lahir, diketahui intensitas bayi yang gumoh atau mengeluarkan isi lambung sehabis minum susu lebih banyak dijumpai pada bayi yang mengonsumsi susu formula.

Bagaimana dengan bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI secara eksklusif ?

Salah satu solusi bagi bayi yang minum susu formula agar tidak sering gumoh adalah dengan pengentalan susu yakni menambahkan tepung beras ke susu formula, atau membeli susu formula dengan suplemen antiregurgitasi.

ASI MENJAGA KESEHATAN USUS BAYI

Sebuah studi terbaru mengindikasikan bahwa bayi yang diberi ASI cenderung memiliki usus yang lebih sehat ketimbang bayi yang diberi susu formula. Kolonisasi “bakteri baik” pada usus bayi sangat penting untuk perkembangan saluran usus mereka dan dalam pengembangan kekebalan tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan, perbedaan kolonisasi bakteri pada bayi yang diberi susu formula dan yang diberi ASI, mengarah ke perubahan dalam ekspresi bayi pada gen yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh dan pertahanan terhadap patogen.

Dalam kajiannya, para peneliti menggunakan analisis transkriptome untuk membandingkan kondisi usus pada bayi yang selama tiga bulan diberi ASI eksklusif dan susu formula. Analisis transkriptome melihat pada sebagian kecil dari kode genetik yang ditranskripsi ke dalam molekul RNA dan mengukuran apakah gen dapat secara aktif membuat protein.

Hasil penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI memiliki jangkauan mikroba yang lebih luas dalam usus mereka daripada bayi yang diberi susu formula, meski sistem kekebalan tubuh mereka telah dikembangkan untuk mengatasinya.

ASI MENCEGAH PENULARAN HIV

Satu lagi alasan mengapa Air Susu Ibu harus tetap diberikan oleh setiap bayi baru lahir, meskipun ibu mereka terinfeksi virus HIV. Riset terbaru mengklaim, para peneliti telah mengisolasi antibodi dalam ASI yang dapat melindungi bayi dari ancaman virus HIV.

Peneliti mengatakan, hanya satu dari sepuluh orang wanita yang terinfeksi HIV, yang dapat menularkan virus tersebut kepada bayi yang dikandungnya. Temuan ini dipublikasikan dalam PLoS One.

sumber : http://medis-update.blogspot.com

Cara Mengurangi Stres Untuk Perawat

aprilia hatalemu

Nurse Happy Day

Satu kata kunci yang sering ditemukan pada perawat adalah STRES. Tidak bisa dibantah lagi, beban kerja yang tinggi, lingkungan kerja yang tidak kondusif, pasien yang rewel, adalah kesejahteraan yang tidak diperhatikan beberapa bagian kecil yang sering menjadi sumber stres bagi perawat.

Ada sembilan cara bagi perawat untuk mengurangi – karena tidak mungkin dihilangkan – stres bagi perawat, yaitu:

1. Berpikir Dengan Pikiran Positif

2. Identifikasi Stressor

3. Berkolaborasi Dengan Bagian Administrasi Untuk Mengatasi Masalah Tempat Kerja

4. Berikan Waktu Untuk Diri Anda

5. Saling Mendukung Satu Sama Lain
6. Adopsi Kebiasaan Yang Sehat

7. Cobalah Terapi Yoga

8. Berikan Sesuatu Untuk Orang Lain

9. Cari Kesenangan Dalam Minat Anda

Robot Perawat Dari Jepang

Aprilia Hatalemu

Robot Perawat Dari Jepang

Apa yang terjadi jika suatu saat robot-robot perawat ini benar-benar diproduksi masal untuk menggantikan perawat manusia?

Kita tidak tahu, apakah layanan keperawatan yang didapatkan oleh pasien menjadi lebih baik atau sebaliknya jika robot-robot tersebut bekerja di rumah sakit.

Tapi yang pasti, walaupun tampaknya robot-robot tersebut lebih canggih dibandingkan kita, satu hal yang tidak dimilikinya adalah HATI. Ya…Hati ini, hanya kita, ksatria dan srikandi perawat yang memilikinya. So, don’t worry be happy!